Thursday, March 1, 2012

Imajinasi

Dari semua perangkat keaktoran, imajinasi adalah yang terpenting sekaligus kompleks. Imajinasi adalah sesuatu yang tidak habis - habisnya (inexhaustible). Tidak terbatas (infinite) dan tidak tertahan / tertekan. (irrespressible). Imajinasi berada di suatu ruang abstrak. Untuk membuat imajinasi seorang aktor dapat diterima atau mewujud dalam sebuah pertunjukan dibutuhkan alat ekspresi lain, semisal; representasi tubuh dan ruang. Bagaimana menubuh-kan (em-body) dan meruang-kan (em-space) imajinasi ini sehingga dapat ditangkap oleh penonton? hal ini dapat dilakukan tentu saja dengan proses latihan yang terencana.

Imajinasi sendiri secara arti merupakan kemampuan membentuk rasa dan karsa ketika kita tidak melakukannya secara nyata. hal ini sangat berguna bagi kita untuk memahami dan melakukan proses belajar. bagian paling dasar yang dapat dilakukan untuk melatih imaginasi adalah mendengarkan sebuah cerita. namun seringkali terdapat bias. karena persepsi seseorang sangat bergantung mood yang sedang terjadi.

secara garis besar imajinasi : 

  • menciptakan hal - hal yang mungkin ada atau mungkin terjadi. 
  • imajinasi menjadi penting dalam teater karena pengarang drama (penulis) pelit memberikan penjelasan tentang naskahnya, juga ia tidak pernah memperkirakan bagaimana lakon akan dimulai atau apa yang akan terjadi di akhir lakon.
  • imajinasi merupakan benang merah aktor.
  • imajinasi kadang harus diransang dengan dusta - dusta dan bualan.
  • tumbuhkan imajinasi atau tinggalkan panggung agar tidak jadi alat imajinasi sutradara (robot)
  • penemuan imajinasi harus teliti dijabarkan dan berdasarkan fakta-fakta
  • menjawab pertanyaan (kapan, dimana, kenapa, bagaimana)
  • imajinasi bersifat intuitif, tetapi harus dengan tema yang jelas dan dasar yang kuat.

kegagalan berimajinasi
  • memaksa imajinasi tidak membujuknya
  • merenung dengan objek yang tidak menarik hati
  • pikiran pasif.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar anda dan Kita Mulai Berdiskusi!